PEMANFAATAN LIMBAH DARI AIR KELAPA DIOLAH MENJADI HERBISIDA SISTEMIK

Oleh Admin Dpmd
Dipublikasi Pada 08:43 | 17 September 2024

Pasar Pedati, Bengkulu Tengah - Tak hanya memproduksi pupuk organik cair (POC) namun Pakde Sumadi juga memanfaatkan limbah dari air kelapa untuk diolah menjadi herbisida sistemik. Pakde Sumadi ini merupakan sosok yang giat aktif menemukan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian, beliau memiliki kelompok tani dan posyantek di Desa Pasar Pedati Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah.

Herbisida sistemik ini ditemukan berlatar belakang permasalahan yang dihadapi oleh para petani menjelang musim penghujan, petani sering kewalahan mengatasi gulma (rumput liar) yang cepat sekali tumbuh karena gulma sangat mengangu tanaman pokok dengan kondisi sekarang harga herbisida yang melambung membuat petani jadi tambah berat biaya tanamnya sedangkan hasil jual panen tidak sesuai dengan yang diharapkan untuk itu petani harus bisa mengatasinya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang cepat dan mudah didapat serta efisiensi.

Berdasarkan hal tersebut Pak Andreas Sumadi yang lebih akrab disapa Pakde Sumadi ini mempunyai inisiatif untuk membuat Pemanfaatan Limbah dari Air Kelapa Tua diolah menjadi Herbisida Sistemik dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitar lingkungan, karena di Desa Pasar Pedati memiliki potensi alam banyaknya pohon kelapa, sehingga dengan adanya inovasi teknologi tepat guna dengan pemanfaatan limbah dari air kelapa tua diolah menjadi herbisida sistemik ini bisa membantu petani mengatasi masalah rumput/gulma dan juga bisa mendapatkan nilai ekonomis meningkatkan pendapatan.

Adapun bahan-bahan untuk memproduksi 1 liter herbisida sistemik yaitu sebagai berikut : 1 liter air kelapa tua, 5 butir ragi tapai, dan 2 ons belerang. Peralatan yang digunakan dalam Pemanfaatan Limbah dari Air Kelapa Tua diolah menjadi herbisida sistemik yaitu : jerigen, selang dan galon bekas dengan prosedur produksi/pembuatan herbisida sistemik : 1 liter dimasukkan ke dalam Jerigen/galon, dicampurkan 2 ons belerang dan ditambahkan 5 butir ragi tapai, setelah itu dilakukannya perementasi kurang lebih selama 1 bulan. Setelah 1 bulan hasil dari pengolahan herbisida ini dapat diaplikasikan dilahan pertanian yang tumbuh ilalang/rumput (gulma).

Hasil dari inovasi TTG pemanfaatan limbah dari air kelapa tua diolah menjadi herbisida sistemik ini diaplikasikan ke lahan pertanian yang terdapat rumput/gulma dengan alat tank semprot 15 liter air dicampur dengan hasil herbisida sistemik ini sebanyak 250cc. Manfaat penggunaan hasil olahan herbisida sistemik ini yaitu selama 1 minggu ilalang/rumput (gulma) sudah mulai menguning, dan perlahan membusuk sampai akarnya, tanah akan lebih mengurai/lebih menjadi gembur, dan sangat subur untuk dijadikan sebagai lahan pertanian/perkebunan, Hemat biaya, menggunakan limbah air kelapa tua, Efektifitas tinggi, rumput setelah 1 minggu menguning, dan terbasmi sampai ke akarnya serta bebas zat kimia dan ramah lingkungan.

Pemasaran hasil herbisida sistemik ini masih terbatas oleh warga masyarakat sekitar, namun jikalah ada masyarakat petani di luar desa atau di Kab. Bengkulu Tengah yang ingin membeli herbisida sistemik ini dapat menghubungi Pakde Sumadi (0838 5322 1162) yang beralamat di pantai sungai suci Desa Pasar Pedati Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah.

+