10 BUMDES BENTENG TERDAFTAR DI E-KATALOG INAPROC 6.0, SIAP JADI PEMAIN UTAMA PROGRAM MAKAN SIANG BERGIZI

Oleh Admin Dpmd
Dipublikasi Pada 11:54 | 14 Januari 2025

Bengkulu Tengah - Progres per hari ini, Selasa (14/01/2025) sebanyak 10 Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kab. Bengkulu Tengah (Benteng) telah terdaftar di e-Katalog Inaproc versi 6.0. Hal Ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Bengkulu Tengah, Sandarman, S.Sos, M.Si.

Kadis PMD Kab. Bengkulu Tengah melalui Kabid PEM Pedesaan mengemukakan bahwa terdapat beberapa manfaat bagi BUM Desa masuk ke dalam e-Katalog LKPP, yakni akan membuat tata usahanya menjadi transparan, aman untuk membelanjakan APBDes, Dana Desa, APBD, ataupun APBN, dan memudahkan pihak swasta untuk mengakses pembelian komoditas BUM Desa dan BUM Desma, produk-produk yang didaftarkan oleh BUM Desa meliputi berbagai jenis seperti souvenir, makanan, katering, pakaian, hingga Alat Tulis Kantor (ATK).

"Sejauh ini, baru ada 10 BUMDes yang telah mendaftarkan produk mereka di e-Katalog Inaproc 6.0, Kami dari Dinas PMD Kab. Bengkulu Tengah ingin para kepala desa memaksimalkan lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) agar berperan aktif. Desa tidak hanya menjadi penonton dalam program makan siang gratis, tetapi menjadi pemain utama sebagai penyuplai bahan baku", kata Sandarman.

Dengan semakin banyaknya BUM Desa yang terdaftar di e-Katalog merupakan sebagai bentuk nyata keberpihakan Pemerintah Kab. Bengkulu Tengah dalam mendorong pertumbuhan iklim usaha BUM Desa/BUMDesma, membuka ruang ekonomi kreatif di desa, serta jembatan untuk memperluas ekspansi pasar secara digital dalam menjangkau APBN/APBD dengan harapan nantinya melalui pengalokasian APBN/APBD yang dikelola untuk berbelanja produk BUM Desa melalui e-Katalog. Sehingga, pemerintah tidak hanya memberikan ruang namun juga uang. Artinya, sokongan dan pendampingan pemerintah berlanjut dari menyediakan sarana pemasaran digital sampai dengan mengalirkan anggaran melalui pembelanjaan produk BUM Desa.

+